Angin Pergi, Dayung Jadi Penentu! Drama Laut Mandar di Etape III Sandeq Silumba 2025

Suara ombak di pesisir Majene sore itu menjadi saksi ketangguhan 55 perahu Sandeq yang beradu cepat dalam ajang Sandeq Silumba 2025. Minggu (24/8/2025), para passandeq, pelaut-pelaut Mandar yang dikenal tangguh telah menuntaskan tiga dari lima etape yang dijadwalkan.
Dari Pantai Bahari di Polman, layar-layar putih itu mengawali perjalanan panjang menuju Pamboang. Etape kedua membawa mereka melanjutkan perlombaan ke Banua Sendana, sebelum akhirnya menggapai garis finis etape ketiga di Pantai Deking. Setiap etape bukan sekadar perlombaan, melainkan juga perayaan warisan budaya Mandar yang sarat nilai persaudaraan.
Namun, perjalanan kali ini tidak sepenuhnya mulus. Angin yang biasanya menjadi sahabat, mendadak berkhianat di tengah jalur. “Siang tadi mereka agak kelelahan, karena angin hanya bagus saat start. Setelah beberapa kilometer, angin benar-benar hilang, jadi mereka harus mendayung,” ungkap Syamsul Samad, Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2025. Meski begitu, tak ada satu pun perahu yang mundur—semuanya tiba dengan selamat.
Berkah Dua Putra Masih Perkasa
Dari akumulasi poin tiga etape, Berkah Dua Putra, yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), masih kokoh di puncak klasemen. Mereka konsisten meraih hasil baik: 1 poin di etape pertama, 2 poin di etape kedua, dan 3 poin di etape ketiga.
Di belakangnya, persaingan semakin ketat. Bintang Maha Putra dan Sinar Pacifik AM sama-sama menunjukkan konsistensi, sementara nama-nama seperti Tornado, Teluk Mandar, hingga Sulbar 99 sempat memberi kejutan dengan posisi yang fluktuatif.
Berikut beberapa posisi teratas klasemen sementara setelah tiga etape:
1. Berkah Dua Putra – 6 poin
2. Bintang Maha Putra – 8 poin
3. Sinar Pacifik AM – 9 poin
4. Tornado – 14 poin
5. Teluk Mandar – 18 poin
(Sementara puluhan perahu lain masih saling susul di papan tengah hingga bawah, menanti kejutan di dua etape terakhir).

Tradisi, Tantangan, dan Kebanggaan
Bagi masyarakat Mandar, Sandeq bukan sekadar perahu layar tradisional. Ia adalah simbol ketangguhan, kebersamaan, dan cinta laut yang diwariskan turun-temurun. Maka tak heran jika ajang Sandeq Silumba 2025 selalu dipadati penonton yang ingin menyaksikan keindahan layar putih menari di atas lautan biru.
“Alhamdulillah, etape III dari Banua Sendana ke Deking berjalan lancar. Meski ada kendala angin, semua selamat, dan besok mereka siap lagi menuju Mamuju,” ujar Syamsul Samad penuh optimisme.
Dua etape tersisa diyakini akan menjadi penentu. Laut Mandar yang terkenal dinamis bisa saja menghadirkan kejutan baru. Namun satu hal yang pasti: semangat para passandeq tak akan pernah padam, sebab bagi mereka, setiap kayuhan dayung dan setiap tarikan layar adalah bukti cinta pada budaya yang terus hidup.
Tim Redaksi Sureq.com
Foto : fb/azrar Topazz