PMII UNASMAN: Stop Kekerasan Aparat, Tegakkan Keadilan!

Aksi damai berujung kematian. Polisi menjadi penyebab matinya seorang driver ojek online yang turut hadir dalam aksi damai di depan Gedung DPR-RI, Kamis 28 Agustus 2025.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 30 detik, jelas sebuah mobil polisi menabrak dan melindas korban tanpa ampun.

Ini bukan yang pertama kalinya tindakan refresif yang dilakukan pihak kepolisian.

Kami PMII Unasman menegaskan:

1. Kekerasan aparat tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.

2. Pemerintah dan Kapolri wajib bertanggung jawab penuh atas tindakan brutal ini.

3. Proses hukum terhadap oknum polisi harus segera dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Polisi bukan tuhan yang bisa seenaknya mengambil nyawa manusia. Polisi hadir untuk melanggengkan demokrasi bukan malah menjadi alat pembatas kebebasan berpendapat.

Kami menyerukan kepada seluruh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi, organisasi-organisasi mahasiswa lainnya dan masyarakat untuk tidak diam. Kasus ini perlu pendampingan, jangan biarkan kepolisian terus terusan bertindak semena-mena.

Kepolisian tidak memanusiakan.
Demokrasi di bungkam.
Hak Asasi Manusia di nomor duakan.

Foto Ummi Kalsum

PMII Unasman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup