Kajian Kamisan: Memahami Realitas Sosial Melalui Why Men Rebel
Oleh Ahmad Mubarak : (Ketua Komisariat PMII Unasman)
Universitas Al Asyariah Mandar, 21 Mei 2026 – Lembaga Pojok Kampus kembali menggelar kegiatan Kajian Kamisan sebagai ruang diskusi intelektual bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kesadaran kritis terhadap berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Al Asyariah Mandar ini merupakan bagian dari upaya lembaga dalam membangun budaya literasi dan diskusi di kalangan mahasiswa. Lembaga tersebut dipimpin oleh direktur, Muh. Ilyas.
Pada kesempatan kali ini, materi yang diangkat adalah Why Men Rebel, sebuah kajian yang membahas faktor-faktor yang mendorong individu maupun kelompok melakukan perlawanan terhadap kondisi sosial dan politik yang dianggap tidak adil. Materi disampaikan oleh Muhammad Sannur dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami sehingga mampu menarik perhatian para peserta sejak awal hingga akhir kegiatan.
Selama pemaparan materi berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai gagasan yang disampaikan mengenai ketimpangan sosial, kekecewaan kolektif, dan munculnya gerakan perlawanan mendapat respons positif dari audiens. Hal tersebut terlihat jelas pada sesi diskusi, ketika banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis terkait alasan mengapa masyarakat memilih melakukan pemberontakan, faktor-faktor yang memicu lahirnya gerakan sosial, serta relevansi teori dalam Why Men Rebel dengan kondisi sosial yang terjadi saat ini.
Diskusi yang berlangsung secara aktif menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan yang besar untuk memahami realitas sosial secara lebih mendalam. Melalui kajian ini, peserta diajak untuk tidak hanya melihat suatu peristiwa dari permukaannya, tetapi juga memahami akar persoalan yang melatarbelakangi berbagai bentuk konflik, ketidakpuasan, maupun gerakan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Direktur Pojok Kampus, Muh. Ilyas, menegaskan bahwa Kajian Kamisan merupakan salah satu program yang bertujuan menghadirkan ruang belajar alternatif bagi mahasiswa. Melalui forum diskusi yang terbuka dan ilmiah, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang kritis, analitis, dan reflektif dalam menanggapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan sekitar maupun pada lingkup yang lebih luas.
Kegiatan ini tidak bertujuan untuk membenarkan tindakan pemberontakan, melainkan untuk memahami secara akademis berbagai faktor yang dapat melahirkan perlawanan sosial. Dengan memahami teori dan realitas yang ada, mahasiswa diharapkan mampu membangun perspektif yang lebih objektif dalam menilai suatu keadaan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu keadilan sosial, kesetaraan, dan kemanusiaan.
Melalui penyelenggaraan Kajian Kamisan, Pojok Kampus terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang intelektual yang produktif bagi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat budaya diskusi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kesadaran kritis yang diperlukan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan sosial di era modern.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan