Mahasiswa KKN UNASMAN Dorong Ibu-Ibu Tuttula Berani Bicara Lewat Program SBBI
Mahasiswa KKN UNASMAN Gelar Program SBBI untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Ibu-Ibu Di Desa Tuttula
Polewali Mandar — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) menggelar kegiatan Seni Berbicara Bersama Ibu-Ibu (SBBI) di Lapangan Desa Tuttula, Kecamatan tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi serta kepercayaan diri ibu-ibu desa dalam berbicara di depan umum.
Program SBBI digagas oleh tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNASMAN, yakni Alya Agus, Arfah, dan Musdalifa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN yang disusun berdasarkan hasil observasi selama mahasiswa menjalani pengabdian di Desa Tuttula.
Berdasarkan hasil pengamatan, mahasiswa KKN menemukan masih banyak ibu-ibu yang merasa ragu, malu, dan kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat di ruang publik, seperti dalam rapat desa, seminar, maupun diskusi kelompok, hal tersebut akan memicu kurangya pemikiran ibu-ibu dalam kegiatan desa.
“Banyak ibu-ibu sebenarnya memiliki ide dan pendapat, tetapi belum berani menyampaikannya karena rasa malu dan gugup,” ujar salah satu mahasiswa KKN di sela kegiatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ke-17 masa penempatan mahasiswa KKN di Desa Tuttula ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak sore hari, para peserta mulai berdatangan ke lokasi kegiatan dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.
Acara dimulai sekitar pukul 16.00 WITA dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Alya Agus. Dalam sambutannya, Alya menjelaskan bahwa program SBBI dirancang sebagai ruang belajar yang aman dan menyenangkan agar ibu-ibu lebih berani berbicara di depan umum.
Sesi pertama diisi oleh Arfah melalui metode pengenalan diri yang dikemas secara kreatif. Peserta diminta menuliskan identitas singkat, seperti nama, alamat, usia, serta aktivitas sehari-hari, kemudian menyampaikannya di hadapan peserta lain. Metode ini bertujuan melatih keberanian berbicara dengan topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Dalam sesi ini, Alya Agus, Arfah, dan Musdalifa menyampaikan materi tentang pentingnya kepercayaan diri dalam berbicara, cara membangun daya tarik saat berkomunikasi, serta teknik dasar berbicara untuk promosi produk melalui media sosial.
Para peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Sejumlah ibu-ibu mengungkapkan bahwa rasa takut dan malu masih menjadi kendala utama ketika harus berbicara di hadapan banyak orang. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN memberikan motivasi serta tips agar peserta dapat melatih kemampuan berbicara secara bertahap.
Sebagai penutup, panitia menggelar perlombaan public speaking dengan beberapa kategori, seperti pidato singkat dan simulasi promosi produk di media sosial. Perlombaan ini bertujuan melatih keberanian serta meningkatkan keterampilan berbicara peserta secara langsung. Panitia juga menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang tampil terbaik.
Melalui program SBBI ini, mahasiswa KKN UNASMAN berharap ibu-ibu di Desa Tuttula dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, baik dalam kegiatan sosial maupun dalam mendukung aktivitas ekonomi keluarga, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Di Tulis Oleh : Alya Agus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan