Ibu Hamil di Desa Ratte Ditandu Menuju Pelayanan Kesehatan, Bayi Meninggal Dunia
Masni (27), seorang warga Desa Ratte, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar, mendapat perhatian publik karena harus ditandu oleh warga demi mendapatkan pelayanan kesehatan. Peristiwa tersebut kembali menggambarkan sulitnya akses kesehatan di wilayah pedalaman. (Sabtu, 16 Mei 2026)
Ibu hamil tersebut awalnya ditandu menggunakan bambu dan sarung seadanya dari Desa Ratte menuju Desa Taramanu Tua, dengan waktu perjalanan kurang lebih tiga jam karena kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan. Setelah tiba di Taramanu Tua, ia kemudian diantar menggunakan mobil penumpang menuju Rumah Sakit Pratama Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, perjuangan panjang itu berakhir pilu. Bayi yang dilahirkan, yang diharapkan menjadi buah hati keluarga, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan. Keluarga menyebut kondisi bayi terus melemah hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.
“Bayinya tadi meninggal sekitar jam 11. Mungkin karena lama di jalan, sehingga lambat mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucap salah satu pemuda Ratte saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat setempat terhadap minimnya akses layanan kesehatan dan infrastruktur di wilayah pedalaman. Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan serta fasilitas kesehatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Sebenarnya masalah utama di sini adalah jalan, karena ini yang paling krusial. Kalau ada yang mau ke rumah sakit, kita butuh waktu lama baru sampai,” tutup Iwan saat dikonfirmasi.
Sudah puluhan tahun akses jalan Desa Ratte tak kunjung selesai. Pemimpin silih berganti membawa harapan, janji perubahan, dan perbaikan, namun hal itu belum dirasakan oleh masyarakat Desa Ratte. Hingga hari ini, kondisi tersebut masih sama. Sampai kapan masyarakat Ratte merasakan akses jalan yang mulus seperti wilayah lainnya?
Sejumlah warga menilai keterlambatan penanganan medis akibat jauhnya akses dan terbatasnya transportasi menjadi persoalan yang harus segera dibenahi. Mereka meminta adanya solusi nyata serta perbaikan akses jalan menuju wilayah terpencil.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan