Mahasiswa PK PMII UNASMAN Gelar Diskusi, “Gugat Normalisasi Kekerasan Seksual” Dalam peringatan hari kartini

Oleh : Muhammad Sannur
Polewali Mandar— Puluhan mahasiswa menghadiri dialog bertema “Menggugat Normalisasi Kekerasan Seksual dalam Masyarakat” yang digelar oleh PK PMII UNASMAN di Cafe Obat Haus Pekkabata, Selasa, 21 April 2025.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Hardianti, S.Pd., M.Pd., Gr selaku Aktivis Perempuan dan Rahmayani Kamaruddin, S.H., M.H., Selaku seorang Jurnalis dengan alya agus kader KOPRI PMII UNASMAN selaku moderator yang memandu jalannya kegiatan.
Dalam pemaparannya, Hardianti menyoroti bagaimana praktik kekerasan seksual kerap di Normalisasi di kehidupan sehari-hari. “Normalisasi terjadi karena masyarakat sering menganggap perilaku yang merendahkan sebagai hal lumrah. Ini berbahaya karena membuat korban enggan bersuara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai normalisasi tersebut. Menurutnya, kesadaran kritis harus dibangun sejak dini agar masyarakat mampu mengenali dan menolak segala bentuk kekerasan seksual.
Sementara itu, Rahmayani Kamaruddin menekankan pentingnya perspektif hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual. “Banyak kasus tidak dilaporkan karena korban takut atau tidak percaya pada sistem, Padahal, ada payung hukum yang bisa melindungi mereka, dalam hal ini pemerintah harus merefleksi sistemnya, katanya.
Ia juga menambahkan bahwa banyak kasus Kekerasan seksual yang terjadi di polewali Mandar yang hampir tidak ditindaklanjuti oleh penegak hukum yang berwewenang dan berhenti di secara kekeluargaan.
Ia juga menyoroti perlunya keberanian untuk bersuara guna melawan budaya diam. “Kita tidak bisa terus membiarkan kekerasan ini dinormalisasi. Harus ada keberpihakan nyata, baik dari masyarakat maupun aparat penegak hukum,” ujarnya.
Diskusi ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami akar persoalan serta mendorong sikap kritis terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual yang kerap tersembunyi di balik norma sosial.
aidil selaku ketua panitia mengharapkan tindak lanjut dari kegiatan tersebut, bukan hanya kegiatan seremonial tetapi menpunyai aksi nyata untuk kedepan, ucapnya.






